jump to navigation

JADILAH ORANG-ORANGAN SAWAH November 9, 2010

Posted by adijaya in Uncategorized.
trackback

ADA PAK EKO
Jika Anda berada di sebuah desa yang hamparan sawahnya cukup luas, pernahkah melihat orang-orangan sawah? Biasanya orang-orangan sawah diletakkan di tengah sawah untuk menakut-nakuti burung yang hendak makan padi. Dahulu ketika saya masih anak-anak para petani di desa saya biasa meletakkan orang-orangan sawah atau dalam bahasa sunda disebut ‘bebegeg sawah’ di sawah mereka. Kini setelah saya dewasa kenangan tersebut terulang lagi, yakni ketika suatu hari saya sedang melakukan kunjungan lapangan ke Desa Betung Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagian sawah di desa ini dimiliki dan dikelola oleh petani asal Pulau Bali yang sudah puluhan tahun bermukim di sini.

Orang-orangan sawah memang hanyalah benda mati yang tidak bisa bicara layaknya manusia, jangankah bicara bergerak saja tidak. Namun manfaatnya terbilang besar karena mampu menghalau burung-burung yang akan memakan padi di sawah. Nah orang-orangan sawah inilah yang menjadi inspirasi tulisan ini.

Saya pernah mendengar perkataan dari salah satu anggota DPR-RI dari partai Islam terbesar saat ini yang mengatakan bahwa duduknya ia di kursi DPR-RI Senayan Jakarta hampir mirip dengan orang-orangan sawah. Kok bisa? Ya, menurutnya sebagian perilaku anggota dewan memang korup, tamak dan serakah. Tapi ketika ada “orang-orangan sawah” di dewan, maka mereka yang korup tadi agak sungkan dan malu-malu.

Di lingkungan birokrat yang saya sudah geluti selama dua tahun terakhir ini pun demikian, ternyata sebagian PNS memang korup, tamak dan serakah. Tapi masih ada PNS yang jujur dan lurus, nah orang-orang seperti inilah yang bisa menjalankan fungsi sebagai “orang-orangan sawah” di lingkungan tempatnya bekerja. Hadirnya PNS yang jujur di lingkungan kantor bisa mengurangi tindakan korupsi seperti: perjalanan fiktif, penggelembungan anggaran, manipulasi data dst.

Saya yakin dan percaya di setiap ruang kehidupan masih ada orang-orang yang punya hati nurani dan memainkan peran seperti orang-orangan sawah. Memperbanyak “orang-orangan sawah” di lingkungan birokrat adalah suatu keniscayaan. Mudah-mudahan negeri ini makin dipenuhi oleh “orang-orangan sawah”.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: