jump to navigation

RUMAH DINAS ABADI Januari 26, 2010

Posted by adijaya in Uncategorized.
trackback

RUMAH DINAS UNTUK PENSIUNAN PNS DEPARTEMEN PERTANIAN

Dalam seminggu ini pemberitaan tentang pengosongan paksa rumah dinas oleh TNI mengemuka. Apa pasal? Yaitu adanya kebijakan dari Panglima TNI untuk menertibkan seluruh rumah dinas milik TNI yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Pendataan dan inventarisasi yang dilakukan oleh TNI ternyata didapati bahwa rumah-rumah dinas tersebut ditempati bukan oleh prajurit aktif melainkan para purnawirawan dan bahkan anak dan cucunya pensiunan TNI.

Beberapa tayangan di televisi memperlihatkan terjadinya perlawanan oleh para penghuni pada saat pengosongan dilaksanakan, ada yang menangis, ada yang melempari petugas dengan batu dan kayu, dst. Tapi petugas gabungan dari TNI pun tak bergeming, mereka tetap melaksanakan perintah atasan dengan pengosongan paksa sekalipun.

Kalau mau jujur sebenarnya anak dan cucu purnawirawan maupun pensiunan PNS sudah tidak berhak lagi menempati rumah dinas. Harusnya mereka legowo untuk mengosongkan rumah tersebut yang akan dipakai oleh prajurit ataupun PNS yang masih aktif. Mereka yang sudah pensiun tentu sudah belasan bahkan puluhan tahun menempati rumah dinas tersebut, jadi kalau sudah pensiun ya pindah aja ke rumah pribadi. Untuk TNI maupun PNS lainnya masa kerja aktif minimal 20 tahun dengan asumsi mulai diangkat jadi pegawai umur 35 tahun dan pensiun pada usia 55 tahun. Masa kerja 20 tahun bukan waktu yang sebentar, fasilitas kredit rumah lewat BTN saja rata-rata 15 tahun. Jadi kalau dalam waktu 20 tahun tidak bisa membeli rumah pribadi jangan salahkan bunda mengandung.

Nah ngomong-ngomong soal rumah dinas, khususnya untuk Departemen Pertanian saya pikir tidak jauh berbeda dengan apa yang dihadapi korps TNI. Masih banyak rumah-rumah dinas milik Departemen Pertanian yang peruntukannya tidak sesuai, banyak para pensiunan PNS Departemen Pertanian yang masih menempati rumah dinas. Padahal mereka sudah pensiun lebih dari 1 tahun dan mereka enggan meninggalkan rumah dinas tersebut. Tidak usah jauh-jauh mengambil contoh di lingkungan kerja saya, masih ada beberapa pensiunan kantor saya yang masih menempati rumah dinas, katanya sih dulu mereka mantan pejabat (Ka Tata Usaha, Ka Seksi, dst).

Melalui tulisan ini saya meminta kepada Menteri Pertanian untuk mengambil tindakan tegas agar rumah dinas milik Departeman Pertanian hanya ditempati oleh pegawai yang masih aktif. Untuk mereka yang sudah pensiun diminta untuk segera mengosongkan rumah dinas tersebut. Masih banyak PNS Deptan yang hidupnya masih mengontrak ataupun tinggal serumah dengan mertua. Untuk teman-teman saya yang bekerja di Inspektorat Jenderal Departemen Pertanian mohon bantuannya untuk masalah ini.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: