jump to navigation

IKAN GABUS DAN SUKU BANJAR Juni 5, 2009

Posted by adijaya in Uncategorized.
trackback

Pernahkah Anda makan ikan gabus? Di pulau Jawa tidak sulit untuk mencari ikan gabus yang sudah dikeringkan, harganya pun terbilang mahal dibandingkan dengan ikan asin kering lainnya. Lain di Jawa lain pula di Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan yang dihuni oleh mayoritas suku Banjar. Dalam bahasa Banjar ikan gabus artinya ikan haruan. Bagi masyarakat Banjar makan ikan gabus sudah menjadi tradisi, Anda yang pernah menginjakkan kaki di bumi Banjar tentu sering mendapati ikan gabus menghiasi rumah-rumah makan yang ada di sana.<?xml:namespace prefix = o ns = “urn:schemas-microsoft-com:office:office” />

Menu sarapan pagi yang cukup populer di kalangan masyarakat Banjar adalah nasi kuning (sejenis nasi uduk) dan ketupat kandangan (kalau di Jawa mirip ketupat sayur). Kedua menu makanan tersebut lauk utamanya adalah ikan gabus. Di sini tidak sulit untuk mendapatkan ikan gabus segar di pasar tradisional, mulai yang berukuran seibu jari kaki hingga yang seukuran lengan orang dewasa.

Sayangnya sampe saat ini ikan gabus belum dapat dibudidayakan secara intensif seperti jenis ikan air tawar lainnya semisal ikan mas, lele, patin, nila dan lain-lain. Ikan gabus yang jumlahnya melimpah di pasar diperoleh dari hasil memancing atau menjaring di rawa-rawa atau di sungai yang ada di Kalimantan Selatan. Maka tidak heran jika harga 1 kg ikan gabus bisa lebih mahal dari harga sekilo daging sapi. Bagi masyarakat Banjar makan ikan gabus sudah menjadi tradisi, semahal apapun harganya tetap akan dibeli.

Nah ada satu hal lagi yang mencengangkan, diantara jenis ikan air tawar yang ada di Kalimantan Selatan ada satu jenis ikan yang harganya paling tinggi diantara ikan-ikan lainnya, bahkan mungkin bisa dua kali lipat dari harga ikan gabus. Ikan tersebut adalah ikan papuyu (di Jawa biasa disebut ikan betok, biasa hidup di rawa-rawa). Menurut orang Banjar rasa ikan papuyu paling enak diantara ikan lainnya. Suatu hari saya pernah bertanya berapa harga 1 kg ikan papuyu, ternyata harganya Rp90.000. Sudah tidak masuk akal menurut saya, tapi itulah yang terjadi di sini.

Komentar»

1. Ahmad nur irsan finazli - Juni 8, 2009

Wah, kalo saya sih suka ikan patin.
Tapi saya terkesan pertama kali dengan kalimantan ini bukan ikannya, saya terkesan cabe rawitnya. Wangiii


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: