jump to navigation

ASYIKNYA PACARAN PASCANIKAH Mei 18, 2009

Posted by adijaya in Uncategorized.
trackback
Dialah pacarku tersayang

Dialah pacarku tersayang

Pacaran dalam Islam dilarang keras karena lebih mendekatkan diri kepada zina. Meskipun akhir-akhir ini ada istilah baru “pacaran secara islami” jelas itu sangat bertentangan karena Islam tidak mengenal pacaran pranikah. Lalu adakah pacaran yang sehat yang sesuai dengan rambu-rambu Islam? Sebelum menjawab pertanyaan ini sebaiknya kita melihat beberapa fakta di lapangan akibat yang ditimbulkan dari berpacaran.

Menurut pendapat sebagian orang, pacaran adalah proses mengenal calon pasangan hidup untuk beberapa waktu bisa sehari, sebulan, setahun atau lebih dari itu. Sebelum menikah biasanya orang mencari pacar untuk menuju pelaminan. Jika tidak cocok maka ditinggalkanlah pacarnya dan segera mencari pacar baru, begitu seterusnya hingga benar-benar mendapatkan pasangan yang pas. Ada juga yang karena “kecelakaan” yaitu ketika pacar wanitanya telah hamil di luar nikah (MBA) maka dengan terpaksa mereka menuju pelaminan. Inikah yang dinamakan pacaran?

Beberapa kasus pacaran seringkali wanitalah yang menjadi korban, maklum wanita lebih mudah tergoda dengan rayuan gombal laki-laki apalagi sedikit dibumbui dengan harapan. Ketika pacar laki-lakinya telah mendapatkan segalanya, maka dicampakkanlah wanita tersebut dalam keadaan sudah tidak perawan lagi bahkan kadang kala alam keadaan hamil muda. Menyedihkan?

Oleh karenanya Islam sangat melarang keras berpacaran, karena sesungguhnya pacaran bukanlah ajang untuk saling mengenal satu sama lain, tetapi pacaran telah digunakan untuk mengumbar nafsu dan condong kepada perzinahan, dari mulai pegang tangan, ciuman, hingga perilaku seks bebas.

Kembali ke pertanyaan awal, adakah pacaran yang sehat yang sesuai dengan Islam? jawabnya ada, yaitu pacaran yang dilakukan pasca pernikahan seperti yang saya lakukan. Kok bisa? Ya, tentu saja bisa karena saya dinikahkan lewat perjodohan dan hanya bertemu 3 kali sebelum nikah dengan waktu kurang dari 2 minggu. Sehingga setelah akad nikah barulah saya memulai pacaran. Pacaran pascanikah boleh melakukan apa saja terhadap pasangan dan tidak khawatir hamil di luar nikah. Ternyata inilah pacaran yang sesungguhnya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: