jump to navigation

DONOR DARAH BIKIN AWET MUDA Mei 14, 2009

Posted by adijaya in Uncategorized.
trackback

DSCI0028

Pernahkah saudara, teman atau handai tolan Anda membutuhkan tambahan darah ketika sedang dirawat di rumah sakit? Kalau ya, berapa jumlah kantong darah yang dibutuhkannya? Pertanyaan ini akan menggugah kita semua bahwa mendonorkan darah sangat sangat penting.

Setahun yang lalu saya pernah menemani seorang teman yang istrinya dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Bogor. Sang istri tengah hamil 8 bulan dan kondisinya lemah sehingga perlu mendapatkan perawatan medis. Kira-kira hari ke-3 di rumah sakit, dokter mengatakan bahwa istrinya butuh tambahan 20 kantong darah. Mengapa sebanyak itu? Ya karena butir darah putih pasien yang bersangkutan sudah sangat drop alias rendah. Jika tidak segera mendapatkan tambahan darah dikhawatirkan kondisinya semakin kritis.

Saat itu juga saya dan teman tersebut segera berangkat ke bank darah yang ada di Jl. Kramat Raya Jakarta, padahal saat itu adalah pukul 02.00 dinihari. Sesampainya di sana sekitar pukul 03.00 ternyata juga harus antri, sudah ada belasan orang yang juga sedang menunggu giliran mendapatkan kantong darah. Ya menurut salah satu petugas di sana kantor buka 24 jam untuk melayani pasien yang membutuhkan darah ataupun pasien yang ingin mendonorkan darahnya. Bayangkan jika tidak ada orang yang mau mendonorkan darahnya, tentulah istri teman saya tadi sudah meninggal, karena darah tidak dapat dibuat dari bahan sintetis, orang yang kekurangan darah harus diberi darah dari orang yang sehat, satu-satunya jalan ialah dengan donor darah.

Singkat cerita setelah mendapatkan transfusi darah sebanyak 20 kantong, istri teman saya itu sudah mulai membaik kondisinya, walaupun pada akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar meskipun umur bayi belum cukup, langkah ini diambil untuk mengurangi resiko yang lebih besar lagi.

Lalu apa hubungannya donor darah dengan awet muda? Secara logika akal sehat orang yang sering mendonorkan darahnya setiap 3 bulan sekali tentu akan kehilangan kira-kira 350 cc. Nah kehilangan darah sejumlah itu sudah cukup membuat pendonor kekurangan stamina. Tapi dalam waktu 2 minggu kemudian biasanya sudah normal lagi. Tubuh kita secara alami akan memproduksi kembali darah yang telah hilang. Itu artinya darah baru senantiasa bertambah sementara darah lama dikeluarkan lewat donor. Meskipun saya baru mendonorkan darah sebanyak 22 kali (setara dengan 7.700 cc) tapi saya sudah banyak mendapatkan manfaatnya. Tubuh senantiasa bugar, jauh dari penyakit menular, dan yang jelas kulit senantiasa terlihat muda sehingga tidak aneh kalau teman-teman kantor terutama ibu-ibu selalu bilang saya awet muda.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: