jump to navigation

INDAHNYA PERJODOHAN Mei 13, 2009

Posted by adijaya in Uncategorized.
trackback
Buah dari perjodohan itu

Buah dari perjodohan itu

Hari gini nikah masih dijodohkan? Udah ketinggalan zaman tuh, sekarang kan bukan lagi era Siti Nurbaya. Orang yang berpendapat seperti itu sah-sah saja dan belum tentu salah tapi belum tentu juga benar. Faktanya di abad modern seperti sekarang ini masih banyak pasangan-pasangan yang menikah lantaran dijodohkan. Anda percaya?

Saya akan mengambil contoh kasus diri saya sendiri sebagai pelaku perjodohan. Awalnya saya juga tidak pernah berpikir untuk dijodohkan, yang ada dibenak saya waktu itu adalah saya ingin mendapatkan calon istri yang cantik bak Siti Nurkhaliza, yang kaya harta seperti Siti Khodijjah, yang shalehah seperti Siti Aisyah dan dari keturunan terhormat/ningrat. Keinginan seperti itu saya rasa boleh-boleh saja dan agama pun mengajarkan demikian. Nikahilah wanita karena empat perkara: hartanya, kecantikannya, keturunannya dan agamanya.

Pernikahan saya terbilang unik dan aneh (seharusnya saya masuk program acara Extravaganza di segmen Ma’uneh, manusia unik dan aneh yang biasa dibawakan oleh Aming cs). Kok aneh? Ya karena saya betul-betul 100% dijodohkan. Saya hanya disuruh menuliskan biodata pribadi di selembar kertas ditambah sebuah pas foto ukuran 4×6, setelah itu dimasukkan ke dalam amplop, selesai. Lalu kapan nikahnya?

Kira-kira 2 bulan kemudian saya mendapatkan sebuah amplop yang sama, tapi isinya beda. Di dalam amplop tersebut terdapat secarik kertas berisi biodata seorang wanita dan 2 lembar foto 2R, saya hanya diberi waktu 1 minggu untuk mengamati dan mempelajari isi amplop tersebut. Hampir tiap hari amplop itu saya buka, saya baca, saya amati foto yang ada di dalamnya hingga berlangsung satu minggu (kayak orang gajian aja buka amplop tiap hari).

Waktu yang dinantikan telah tiba, orang yang memberi saya amplop tersebut menanyakan kepada saya apakah saya siap menikah dengan wanita yang biodatanya telah saya pelajari selama seminggu? Dengan mantap saya katakan bahwa saya siap menikah! Aneh bin ajaib, belum bertemu, belum kenalan dengan calon istri kok bisa-bisanya siap menikah? Ya saya juga agak lupa apakah hari itu mental saya sedang sehat atau sakit, kok dengan mudahnya mengiyakan sesuatu yang belum pernah saya lihat secara nyata. Apakah ini yang dinamakan cinta?

….bersambung #

Komentar»

1. yeli sarvina - Mei 13, 2009

yah namanya jodoh pak…..
banyak kisah unik memang untuk kasus yang satu itu..he…..
kayaknya cerita2 itu dibikin buku seru kali ya…..

2. yeli sarvina - Mei 13, 2009

eh pak…blognya ku link ya ama blogku. sory mksh.sekali2 berkunjunglah ke blogku….he…

3. wartiman - Mei 13, 2009

oh…. gitu ya jum… bagus lah…. kok baru cerita sih….

4. ummi - Mei 13, 2009

hmmm…bolehlah tulisannya. bikin jantung deg-degan sama seperti pertama kali bertemu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: