jump to navigation

HIDUP SEPERTI MIMPI Mei 12, 2009

Posted by adijaya in Uncategorized.
trackback

DSC06245

Rasanya baru kemarin ibu menepuk-nepuk punggung saya sewaktu hendak tidur. Tiap kali bangun tidur di samping saya telah tersedia snack atau makanan ringan yang disediakan oleh bapak. Selama 24 jam saya selalu berada dalam pengawasan dan kasih sayang ibu, maklum ibu adalah wanita yang mengurus rumah tangga secara penuh. Sementara bapak harus pulang seminggu sekali karena jarak pekerjaan ke rumah cukup jauh. Tidak terasa juga kini ibu telah melahirkan anak lebih dari 7, sementara saya sebagai anak ke-2 sangat bersyukur mempunyai 5 adik yang manis-manis.

Tapi semuanya itu masa lalu, ibu dan bapak kini sudah renta dimakan usia. Tujuh anaknya pun sebagian sudah menikah dan hidup berpisah, kini di tengah kesendiriannya ibu dan bapak masih setia mengurus beberapa orang cucu yang sangat dicintainya. Tak ketinggalan 2 anak sayapun dirawat olehnya.

Kalau dipikir-pikir memang hidup seperti mimpi, kenangan-kenangan tadi rasanya baru saja terlewatkan, padahal itu telah terjadi sekitar 30 puluh tahun yang lalu. Dulu saya yang masih anak-anak, kini sudah memiliki 2 anak, bahkan sebentar lagi kebahagiaan itu akan bertambah dengan lahirnya anak ke-3. Tapi begitulah kehidupan dunia, tidak ada yang kekal dan abadi, semuanya akan kembali kepada Sang Pencipta. Lalu bekal apakah yang telah kita siapkan untuk bertemu dengan Sang Pencipta? Sebaik-baik bekal adalah bekal takwa.

Komentar»

1. ummi - Mei 12, 2009

jadi sediih dan terharu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: