jump to navigation

ROSELLA TANAMAN SERAT BERKHASIAT OBAT Februari 26, 2009

Posted by adijaya in Uncategorized.
trackback

Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) adalah salah satu tanaman serat yang telah dibudidayakan sejak zaman penjajahan Belanda, serat rosella digunakan sebagai bahan baku pembuatan karung goni. Masuknya tanaman rosella ke Indonesia dibawa oleh para ahli dari Belanda yang mengadakan penelitian mengenai tanaman serat. Rosella bukan tanaman asli Indonesia, menurut para ahli tanaman rosella berasal dari benua Afrika, yaitu dari hulu sungai Nil.

Penanaman rosella secara besar-besaran di Indonesia dimulai tahun 1924 yaitu pada areal ±1.200 Ha yang terbentang di antara Cikampek – Cirebon. Selanjutnya dalam rentang waktu 10 tahun telah berdiri sebuah pabrik karung goni di Delanggu dengan luas pertanaman ±800 Ha. Sebelum Perang Dunia II Indonesia telah memiliki 2 pabrik karung goni dengan luas pertanaman ±5.000 Ha dengan produksi 9 juta helai goni per tahun.

Dikenal 3 tipe tanaman rosella, yaitu:
1. Tipe merah; ciri-cirinya adalah seluruh batangnya berwarna merah sampai ke tangkai dan tulang-tulang daun.
2. Tipe hijau; ciri-cirinya adalah seluruh batangnya berwarna hijau walaupun pangkal, ujung dan alas daunnya bernoda merah.
3. Tipe antara; ciri-cirinya adalah batang berwarna merah kehijau-hijauan atau hijau bergaris/bernoda merah, alas daunnya merah akan tetapi tulang-tulang daun berwarna hijau.

Tanaman rosella dapat tumbuh baik pada ketinggian 0 – 800 m dpl, perlu curah hujan yang cukup dan sinar matahari yang banyak, pH tanah 6 – 7. Pada kondisi normal tanaman rosella akan berbunga pada umur 5 – 6 bulan, pada saat itulah tanaman sudah dapat dipanen dan diambil seratnya. Jarak tanam yang digunakan adalah 15 x 20 cm, tiap lubang tanam berisi 3 – 4 biji, pada umur 2 minggu dilakukan penjarangan hingga didapat 2 tanaman per lubang.

Tipe tanaman rosella yang saat ini banyak digunakan sebagai bahan baku obat adalah tipe merah atau varietas Hs 1 yang memiliki deskripsi sebagai berikut:
1. Percabangan : sedang
2. Warna batang : merah, berbulu dan berduri banyak
Warna tangkai daun : merah, berbulu dan berduri
Warna daun : hijau
Warna urat daun : kemerahan
Warna tepi daun : merah
Warna bunga : kuning, bagian bawah merah
Warna buah : merah, berduri
Warna kuncup : merah, berduri
3. Pertumbuhan : intermediate
4. Daun : menjari kurus dan bergerigi
5. Buah : berbentuk kapsul, berduri
6. Biji : berwarna cokelat, jumlah biji per kapsul antara 30 – 35 biji,
: berat 1.000 biji 18,03 gram
7. Sifat kuantitatif : – tinggi tanaman lebih dari 2,5 m
: – diameter pangkal batang 1,5 – 2,5 m
: – persentase serat terhadap berat hijauan ±4%

Hampir seluruh bagian tanaman rosella berkhasiat obat. Daun, buah dan bijinya berperan sebagai diuretik, antisariawan dan pereda nyeri. Sementara yang umum dipasarkan dalam bentuk kering saat ini adalah kelopak bunganya yang berwarna merah.

Penelitian tentang uji komponen zat gizi dan aktivitas antioksidan pada kelopak bunga rosella telah dilakukan oleh salah seorang staf pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB Ir. Didah Nurfaridah pada tahun 2005. Hasilnya adalah zat aktif yang paling berperan dalam kelopak bunga rosella meliputi gossypetin, antosianin dan glucoside hibiscin. Antosianin merupakan pigmen alami yang memberi warna merah pada seduhan kelopak bunga rosella dan bersifat antioksidan untuk mencegah beberapa penyakit diantaranya kerusakan ginjal, diabetes, jantung koroner hingga kanker. Semakin pekat warna merah pada kelopak bunga rosella, rasanya akan semakin asam dan kandungan antosianinnya juga semakin banyak.

Untuk membuat teh rosella dapat digunakan kelopak bunga yang sudah dikeringkan terlebih dahulu ataupun kelopak yang masih segar yang baru dipetik dari pohon. Proses pengeringan dilakukan untuk mengawetkan kelopak bunga agar bisa disimpan dalam jangka waktu lama dan untuk memudahkan dalam pengemasan. Bunga yang dipanen telah berumur 3-4 minggu ditandai dengan kulit pembungkus biji yang berwarna coklat dan sedikit terbuka/membelah. Kelopak yang telah dipetik dikumpulkan dan dicuci dengan air bersih lalu dijemur selama 2-3 hari. Kelopak yang berkualitas memiliki aroma sitrus yang khas saat telah kering dan saat direndam dengan air panas (100oC) warna merah dan rasa asamnya akan cepat larut.

Bagi Anda yang belum pernah mencicipi teh rosella mungkin agak sedikit kaget, hal ini pun saya alami ketika pertengahan tahun 2007 mengikuti Seminar Tanaman Obat di Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB. Semua peserta mendapatkan segelas minuman hangat berwarna merah, saya terpikir mungkin ini adalah minuman sirup hangat tetapi setelah dicicipi ternyata rasanya agak masam. Sejak saat itulah saya baru mengetahui rasa minuman teh rosella.

Dari berbagai sumber

Komentar»

1. ummi yassin - Maret 13, 2009

waah di kantor saya juga ada yg jualan rosella, 1 plastik kecil harganya mencapai 10rb. kalau ingin menanam sendiri
1. di mana bisa mendapatkan bibitnya?
2. bagaimana cara menanamnya?
3. bagaimana mengolahnya menjadi bunga kering?
makasih

2. gendisbanyumas - Juli 8, 2010

Kunjungan sore, silahkan mampir juga ke site kami, minuman berkhasiat herbal gujahe & gulajoss, ada program kemitraan senilai 3,5 juta nett, jika serius dan berminat silahkan email ke info@gujahe-kbm.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: