jump to navigation

JADILAH ORANG-ORANGAN SAWAH November 9, 2010

Posted by adijaya in Uncategorized.
add a comment

ADA PAK EKO
Jika Anda berada di sebuah desa yang hamparan sawahnya cukup luas, pernahkah melihat orang-orangan sawah? Biasanya orang-orangan sawah diletakkan di tengah sawah untuk menakut-nakuti burung yang hendak makan padi. Dahulu ketika saya masih anak-anak para petani di desa saya biasa meletakkan orang-orangan sawah atau dalam bahasa sunda disebut ‘bebegeg sawah’ di sawah mereka. Kini setelah saya dewasa kenangan tersebut terulang lagi, yakni ketika suatu hari saya sedang melakukan kunjungan lapangan ke Desa Betung Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagian sawah di desa ini dimiliki dan dikelola oleh petani asal Pulau Bali yang sudah puluhan tahun bermukim di sini.

Orang-orangan sawah memang hanyalah benda mati yang tidak bisa bicara layaknya manusia, jangankah bicara bergerak saja tidak. Namun manfaatnya terbilang besar karena mampu menghalau burung-burung yang akan memakan padi di sawah. Nah orang-orangan sawah inilah yang menjadi inspirasi tulisan ini.

Saya pernah mendengar perkataan dari salah satu anggota DPR-RI dari partai Islam terbesar saat ini yang mengatakan bahwa duduknya ia di kursi DPR-RI Senayan Jakarta hampir mirip dengan orang-orangan sawah. Kok bisa? Ya, menurutnya sebagian perilaku anggota dewan memang korup, tamak dan serakah. Tapi ketika ada “orang-orangan sawah” di dewan, maka mereka yang korup tadi agak sungkan dan malu-malu.

Di lingkungan birokrat yang saya sudah geluti selama dua tahun terakhir ini pun demikian, ternyata sebagian PNS memang korup, tamak dan serakah. Tapi masih ada PNS yang jujur dan lurus, nah orang-orang seperti inilah yang bisa menjalankan fungsi sebagai “orang-orangan sawah” di lingkungan tempatnya bekerja. Hadirnya PNS yang jujur di lingkungan kantor bisa mengurangi tindakan korupsi seperti: perjalanan fiktif, penggelembungan anggaran, manipulasi data dst.

Saya yakin dan percaya di setiap ruang kehidupan masih ada orang-orang yang punya hati nurani dan memainkan peran seperti orang-orangan sawah. Memperbanyak “orang-orangan sawah” di lingkungan birokrat adalah suatu keniscayaan. Mudah-mudahan negeri ini makin dipenuhi oleh “orang-orangan sawah”.

KURANG BERSYUKUR Oktober 25, 2010

Posted by adijaya in Uncategorized.
2 comments

Ide tulisan ini muncul begitu saja ketika saya berbicara via telepon dengan salah satu teman PNS di Kementerian Pertanian di Jakarta. Mas Budi sebut saja begitu nama samaran teman saya itu mengeluhkan banyaknya teman-teman PNS angkatan saya (tahun 2008) yang melakukan mutasi kerja. Mutasi kerja atau pindah kerja dari satu unit ke unit lainnya memang sah-sah saja. Permasalahan yang muncul adalah mereka yang mutasi rata-rata ditempatkan di luar Jawa dan meminta pindah kerja ke pulau Jawa.

Sebagai contoh kasus PNS angkatan 2008 yang diangkat Kementerian Pertanian berjumlah sekitar 402 orang termasuk saya. Jumlah pelamar saat itu sekitar 32.000 orang, itu artinya yang lulus hanya sekitar 1,34% saja. Nah 402 orang PNS inilah yang didistribusikan ke seluruh unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pertanian di 33 provinsi. Jumlah SDM di luar Jawa memang sangat kurang, wajar jika Kementerian Pertanian berusaha untuk menutup kekurangan tersebut dengan jalan menempatkan PNS-PNS baru ke luar Jawa.

Tapi apa lacur, ada yang belum genap 1 tahun bekerja udah minta pindah dengan berbagai macam alasan: jauh dari suami/istri, ingin pulang kampung halaman, tidak betah di pedalaman, dan masih banyak lagi alasan. Wal hasil lagi-lagi UPT di luar Jawa kekurangan SDM. Tahun ke-2 lebih banyak lagi yang minta pindah dengan alasan yang lain lagi: udah ada CPNS baru di kantornya, kalaupun pindah ke Jawa toh udah ada penggantinya.

Menanggapi masalah ini Mas Budi cuma bilang: kurangnya rasa syukur yang ada pada diri PNS tersebut. Harusnya mereka mensyukuri nikmat jadi PNS dengan jalan bekerja dengan baik, legowo dengan penempatan saat ini. Kalau ditanyakan kepada 402 orang apakah mereka mau pindah? tentu sebagian besar menjawab mau, termasuk saya. Saya tentu juga mau pindah dari Kalimantan Selatan ke pulau Jawa tepatnya di Kota Bogor. Nah buat temen-teman PNS 2008 yang senasib dan sepenanggungan, pikir-pikir lagi deh kalau mau mutasi/pindah kerja. Lebih baik bekerja sebaik-baiknya di UPT kita saat ini daripada berpikir untuk pindah ke UPT lain.

BOSAN JADI PNS Februari 3, 2010

Posted by adijaya in Uncategorized.
31 comments

PUDARNYA SEMANGAT

Baru-baru ini saya dikagetkan dengan ungkapan salah seorang temen prajabatan. Bunga (nama samaran) teman saya itu mengatakan bahwa udah gak betah lagi kerja di Departemen Pertanian dan ingin mencari pekerjaan lain di luar PNS. Apa pasal? Menurut Bunga ternyata lingkungan kerjanya gak sehat, udah beberapa kali ganti menteri toh perjalanan fiktif masih aja marak. Ternyata antara harapan dan kenyataan yang dihadapi Bunga jauh panggang dari api.

Sebenarnya Bunga punya potensi yang besar untuk maju, ini terlihat ketika saya sering berinteraksi dengannya selama mengikuti Diklat Prajabatan di Ciawi Nopember 2008 silam. Lebih-lebih bunga juga ditempatkan di kantor pusat Departemen Pertanian di Jakarta tentu bagi sebagian orang ini merupakan kebanggaan tersendiri dibandingkan dengan beberapa teman yang hanya ditempatkan di UPT daerah. Bunga yang saya kenal adalah seorang pekerja keras dan ulet di kantornya, namun karena alasan lingkungan kerja yang kurang kondusif nampaknya kinerjanya mulai terpengaruh oleh teman-temannya.

Saya pikir apa yang dialami Bunga mungkin juga dialami beberapa teman prajabatan yang lain, tak terkecuali saya. Setelah hampir 1,5 tahun bekerja sebagai PNS di Departemen Pertanian ternyata masih banyak yang harus dibenahi, terutama membenahi mental para senior. Sebab perilaku senior yang tidak baik biasanya akan diwariskan kepada para juniornya. Contoh kecil saja perjalanan fiktif, mereka sudah terbiasa melakukan perjalanan fiktif dan dalam prakteknya mereka tidak kerja sendirian tapi melibatkan para bawahan atau juniornya. Dalam banyak kasus, nama saya sering dicatut oleh senior saya dalam melakukan perjalanan fiktif mereka.

Lalu apakah keluar dari PNS merupakan solusi terbaik? PNS memang bukan satu-satunya mata pencaharian di negeri ini. Masih banyak jenis pekerjaan lain yang penghasilannya lebih tinggi dari PNS dan resiko berbuat dosanya sedikit. Jika Bunga memutuskan ingin keluar dari PNS itu sah-sah saja, mungkin itu bagian dari hijrahnya Bunga dari tempat penuh korupsi ke tempat lain yang lebih bersih dari korupsi.

Bagi saya yang sudah terlanjur nyemplung ke dunia PNS tidak akan lari dari masalah, kalau mau jujur tidak semuanya PNS korupsi, masih banyak juga yang jujur dan bersih. Maka upaya yang harus dilakukan saat ini menurut saya adalah jadilah PNS yang jujur di tengah lingkungan kerja yang dipenuhi dengan orang-orang yang tidak jujur. Harusnya kitalah yang merubah keadaan, jangan kita yang dipengaruhi lingkungan. Berat memang melawan arus, tapi itu lebih baik daripada kita ikut arus yang salah. Oleh karenanya perbaharui niat awal masuk jadi PNS, niatkan bahwa apa-apa yang dikerjakan di PNS adalah untuk ibadah dan mencari ridha Allah SWT.

RUMAH DINAS ABADI Januari 26, 2010

Posted by adijaya in Uncategorized.
add a comment

RUMAH DINAS UNTUK PENSIUNAN PNS DEPARTEMEN PERTANIAN

Dalam seminggu ini pemberitaan tentang pengosongan paksa rumah dinas oleh TNI mengemuka. Apa pasal? Yaitu adanya kebijakan dari Panglima TNI untuk menertibkan seluruh rumah dinas milik TNI yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Pendataan dan inventarisasi yang dilakukan oleh TNI ternyata didapati bahwa rumah-rumah dinas tersebut ditempati bukan oleh prajurit aktif melainkan para purnawirawan dan bahkan anak dan cucunya pensiunan TNI.

Beberapa tayangan di televisi memperlihatkan terjadinya perlawanan oleh para penghuni pada saat pengosongan dilaksanakan, ada yang menangis, ada yang melempari petugas dengan batu dan kayu, dst. Tapi petugas gabungan dari TNI pun tak bergeming, mereka tetap melaksanakan perintah atasan dengan pengosongan paksa sekalipun.

Kalau mau jujur sebenarnya anak dan cucu purnawirawan maupun pensiunan PNS sudah tidak berhak lagi menempati rumah dinas. Harusnya mereka legowo untuk mengosongkan rumah tersebut yang akan dipakai oleh prajurit ataupun PNS yang masih aktif. Mereka yang sudah pensiun tentu sudah belasan bahkan puluhan tahun menempati rumah dinas tersebut, jadi kalau sudah pensiun ya pindah aja ke rumah pribadi. Untuk TNI maupun PNS lainnya masa kerja aktif minimal 20 tahun dengan asumsi mulai diangkat jadi pegawai umur 35 tahun dan pensiun pada usia 55 tahun. Masa kerja 20 tahun bukan waktu yang sebentar, fasilitas kredit rumah lewat BTN saja rata-rata 15 tahun. Jadi kalau dalam waktu 20 tahun tidak bisa membeli rumah pribadi jangan salahkan bunda mengandung.

Nah ngomong-ngomong soal rumah dinas, khususnya untuk Departemen Pertanian saya pikir tidak jauh berbeda dengan apa yang dihadapi korps TNI. Masih banyak rumah-rumah dinas milik Departemen Pertanian yang peruntukannya tidak sesuai, banyak para pensiunan PNS Departemen Pertanian yang masih menempati rumah dinas. Padahal mereka sudah pensiun lebih dari 1 tahun dan mereka enggan meninggalkan rumah dinas tersebut. Tidak usah jauh-jauh mengambil contoh di lingkungan kerja saya, masih ada beberapa pensiunan kantor saya yang masih menempati rumah dinas, katanya sih dulu mereka mantan pejabat (Ka Tata Usaha, Ka Seksi, dst).

Melalui tulisan ini saya meminta kepada Menteri Pertanian untuk mengambil tindakan tegas agar rumah dinas milik Departeman Pertanian hanya ditempati oleh pegawai yang masih aktif. Untuk mereka yang sudah pensiun diminta untuk segera mengosongkan rumah dinas tersebut. Masih banyak PNS Deptan yang hidupnya masih mengontrak ataupun tinggal serumah dengan mertua. Untuk teman-teman saya yang bekerja di Inspektorat Jenderal Departemen Pertanian mohon bantuannya untuk masalah ini.

SOP dan Kesejahteraan PNS Januari 25, 2010

Posted by adijaya in Uncategorized.
1 comment so far

SOP DAN KESEJAHTERAAN PNS

Awal tahun 2010 ini beberapa teman prajabatan yang saya hubungi lewat FB dan YM sedang sibuk menyusun SOP (Standard Operating Procedures) atau dibahasaindonesiakan SOP (Standar Operasional Prosedur). Lalu apa sih SOP itu dan apa pula konsekuensinya bagi PNS khususnya di Departemen Pertanian? Terus terang saya juga belum banyak tahu, tapi mari kita belajar sama-sama.

SOP merupakan petunjuk tertulis yang menggambarkan dengan tepat cara melaksanakan tugas/pekerjaan. SOP berisi petunjuk yang menjelaskan cara yang diharapkan dan diperlukan oleh pekerja dalam melakukan pekerjaan mereka. Mungkin agak bingung ya dengan pengertian di atas, gampangnya begini: Tulis apa yang kita kerjakan, lalu kerjakan apa yang kita tulis.

Contoh mudahnya jika Anda ingin mendapatkan SIM (Surat Izin Mengemudi) dari kepolisian, maka tentu pihak kepolisian sudah punya aturan yang baku Standar Operasional Prosedur (SOP) pembuatan SIM. Urutannya adalah mendaftar di loket 1, periksa kesehatan oleh dokter di loket 2, tes tertulis di loket 3, tes praktek di loket 4, dan seterusnya hingga SIM dicetak dan diserahkan ke pemiliknya. Nah rupanya SOP juga akan diterapkan di lingkup pemerintahan seperti departemen dan kementrian. Salah satu tujuan penerapan SOP adalah dalam rangka reformasi birokrasi. Keluaran dari reformasi birokrasi adalah good governance (pemerintahan negara yang baik), jadi aparat negara ini memang perlu direformasi, soalnya masih banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di dalamnya.

Lalu apa indikator dari pemerintahan negara yang baik? Mungkin kita masih ingat pernah dapat materi Pelayanan Prima waktu mengikuti diklat prajabatan, nah itu dia Pelayanan Prima merupakan salah satu indikator good governance. Selain pelayanan prima ada indikator lainnya yaitu bebas dari KKN dan tiadanya keluhan masyarakat.

Hubungannya dengan kesejahteraan PNS? Katanya sih kalau suatu departemen sudah melakukan reformasi birokrasi lalu diaudit oleh tim independen dan tim reformasi birokrasi maka akan ditentukan besaran prosentase remunerasi. Hah… apalagi tuh remunerasi? Remunerasi adalah satu aspek kecil yang menjadi unsur pemercepat (motivator) upaya dilakukannya reformasi birokrasi pada masing-masing instansi pemerintah. Singkatnya tiap PNS akan mendapatkan remunerasi sesuai beban kerjanya. Kata salah satu teman prajab di Itjentan sih besaran remunerasi untuk pegawai struktural golongan III/a Rp5 juta sampai Rp6 juta per bulan. Nah untuk fungsional lebih besar lagi ujarnya, untuk golongan yang sama minimal Rp6 juta. Lalu kapan Departemen Pertanian akan menerapkan remunerasi ini? Masih ujar teman tadi diperkirakan tahun 2011-2012. Duh… dah gak sabar nih pengen buru-buru masuk ke tahun 2011 he..he..

Teknologi Informasi Januari 21, 2010

Posted by adijaya in Uncategorized.
add a comment

KELAKUAN ANEH PARA FACEBOOKER

Facebook atau FB adalah salah satu situs jejaring sosial yang anggotanya paling banyak saat ini, di Indonesia saja menurut keterangan salah seorang praktisi IT lebih dari 25 juta orang aktif sebagai anggota Facebook. Para Facebooker (sebutan orang yang menjadi anggota situs Facebook) lebih dimanjakan lagi karena untuk merubah statusnya bisa dilakukan lewat telepon seluler. Jadi ber-FB ria lewat ponsel sudah menjadi hal yang lumrah dan mengasyikan.

Namun setelah mengamati perilaku orang-orang yang aktif di Facebook memang ada yang sedikit janggal, sebagai contoh kasus ada teman-teman saya di Facebook yang komentarnya selalu sinis dan benci (sedikit dibumbui kata-kata kasar) kepada rekan-rekan kerjanya. Dia merasa teman-temannya di kantor berperilaku korup dan hanya memanfaatkan tenaganya. Setidaknya itulah yang saya tangkap dari pernyataan-pernyataannya di Facebook.

Ada juga seorang teman wanita yang baru saja melangsungkan pernikahannya tanpa malu-malu menceritakan bulan madu dengan suaminya. Dia mengabarkan apa saja yang sedang dilakukannya bersama suami melalui status Facebook. Tidak sampai di situ, dia juga menempelkan foto-foto mesra berduaan dengan suaminya di dinding Facebook.

Kasus yang lain yang saya temui adalah dia selalu menumpahkan keluh kesahnya di Facebook, seolah-olah tiada hari tanpa keluh kesah. Kesan saya ketika membaca statusnya adalah dia seorang yang mudah putus asa dan banyak masalah.

Ibarat pisau bermata dua, satu sisi banyak manfaat yang diperoleh dari situs jejaring sosial ini, di sisi lain juga dapat mencelakakan. Semoga kita bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

DEPTAN Gak Ada Matinya Januari 19, 2010

Posted by adijaya in Uncategorized.
add a comment

UU KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK

Senin malam 18 Januari 2010 secara tidak sengaja saya menonton acara dialog TVRI yang mengangkat tema pemberlakuan UU Keterbukaan Informasi Publik. Rencananya UU tersebut akan mulai diberlakukan pada bulan Mei 2010 ini. Padahal UU tersebut telah disahkan DPR RI pada tahun 2008 yang lalu. Apa dan bagaimana sebenarnya UU Keterbukaan Informasi Publik ini? Untuk lebih jelasnya silakan Anda membaca sendiri teks aslinya.

Dalam UU ini semua lembaga publik jika diminta harus dapat memberikan informasi yang jelas, benar dan transparan kepada masyarakat umum. Lembaga publik yang dimaksud diantaranya: POLRI, Kejaksaan, Mahkamah Agung, Departemen dan seterusnya. Masyarakat luas bisa memantau kinerja suatu lembaga publik, oleh karenanya tidak bisa tidak semua kegiatan yang dilaksanakan oleh sebuah lembaga publik harus dapat dipertanggungjawabkan baik kepada pemerintah maupun kepada masyarakat.

Makin bingung yah? Yup sama saya juga jadi bingung. Dengan diberlakukannya UU ini, maka masyarakatlah yang diuntungkan, artinya akses informasi tidak lagi tertutup dan memang sudah menjadi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas, benar dan transparan. Masyarakat boleh memantau kinerja Departemen Pertanian misalnya, program-program prorakyat apa sajakah yang sudah dan belum dilaksanakan. Di Departemen ada beberapa kegiatan diantaranya: BLM-PUAP, LM3, SMD dan baru-baru ini juga ada SL-PTT dimana petani mendapatkan bantuan benih padi, jagung dan kedelai. Oleh karenanya jika program-program tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan sebaik-sebaiknya maka bukan tidak mungkin Departemen Pertanian akan didemo oleh para petani dan mungkin saja para pejabat eselon I, II dan seterusnya dilaporkan ke polisi.

Ini sebenarnya tantangan untuk kita sebagai korps abdi negara dan abdi masyarakat di lingkup Deptan. Kalau mau jujur gaji yang kita nikmati setiap bulan berasal dari uang rakyat, maka sudah sewajarnya kita bekerja dengan penuh tanggung jawab untuk melayani rakyat. Lho kita jadi pelayan rakyat kah? Ya memang demikianlah adanya. Jika tidak ingin menjadi pelayan rakyat ya jangan jadi PNS, jadilah pedagang, pengusaha dst.

RAHASIA SUBUH November 18, 2009

Posted by adijaya in Uncategorized.
add a comment

Sebagian besar orang mampu datang ke tempat pekerjaan tepat waktu, namun jarang sekali yang bisa bangun sebelum adzan subuh. Kebanyakan di antara kita mungkin sudah terbiasa sholat subuh kesiangan. Lalu apa sih keistimewaan subuh? mengapa umat Islam khususnya diwajibkan untuk sholat subuh berjama’ah di mesjid (khusus laki-laki).

Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW pernah menerangkan keutamaan waktu subuh. Barang siapa yang sholat isya berjamaah di mesjid maka pahalanya seperti orang yang sholat selama setengah malam, dan barang siapa yang sholat subuh berjama’ah di mesjid maka pahalanya seperti orang yang melakukan sholat sepanjang malam, begitu kira-kira keterangan dari Rasulullah SAW.

Dari tinjauan ilmu kesehatan bangun sebelum subuh sangat bermanfaat bagi kesehatan. Udara subuh tentu udara yang paling baik, karena saat itu belum ada polusi dari asap kendaraan maupun asap pabrik (kecuali rumah Anda dekat dengan peternakan).

Sesekali cobalah Anda datang berbelanja ke pasar tradisional di saat sebelum atau setelah subuh, biasanya harganya lebih miring dan dapat memilih produk yang terbaik.

Nah ngomong-ngomong soal keutamaan subuh saya juga punya cerita menarik. Sehari sebelumnya saya datang menukarkan uang pecahan ke nominal yang lebih kecil ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dekat kantor saya. Namun karena saat itu SPBU dalam keadaan ramai oleh kendaraan yang akan mengisi bahan bakar, saya tidak begitu dilayani oleh petugasnya. Walhasil uang sebesar lebih kurang Rp 1 juta belum dapat dipecah. Akhirnya saya datang lagi keesokan harinya tepat setelah selesai sholat subuh. Maka keajaiban itu pun datang, petugas SPBU shift malam yang hanya 2 orang melayani saya dengan ramah, maklum saat itu masih sangat sepi kendaraan yang mengisi bahan bakar, ditambah lagi omset penjualan selama mereka bertugas belum disetor ke kantor. Akhirnya saya pulang ke rumah dengan senang.

Jadi, bangun sebelum subuh itu baik.

BUDAYA TERLAMBAT Oktober 23, 2009

Posted by adijaya in Uncategorized.
1 comment so far

Terima kasih petani Indonesia

CATATAN PERJALAN KE DEPTAN JAKARTA

Senin pagi 19 Oktober 2009 pukul 07.22 WIB mobil taksi yang saya naiki berhenti di area parkir gedung D Kanpus Departemen Pertanian Jakarta. Saya langsung menuju loby untuk menurunkan beberapa dokumen yang saya bawa dari kantor. Dokumen yang saya bawa cukup banyak (5 kardus ukuran sedang) sehingga perlu beberapa menit untuk memindahkan dokumen-dokumen tersebut.

Tepat pukul 07.33 saya masuk lift menuju Pusat Pembiayaan Departemen Pertanian Lt 8, nah yang menarik adalah ada pejabat eselon I (Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Deptan) di lift yang saya naiki. Ya dialah Pak Ato pejabat eselon I yang dimaksud. Kalau tidak salah di dalam lift tersebut hanya ada saya, Pak Ato dan seorang petugas kebersihan. Saya sempat berbincang-bincang sebentar karena ternyata beliau menuju lantai 6.

Dalam hati saya berkata, wajar saja saat ini dia menjadi pejabat eselon I karena ternyata memang disiplin dan tepat waktu. Dia datang lebih awal daripada bawahannya. Padahal saat itu suasana kantor masih sangat sepi, yang ada hanya beberapa petugas kebersihan yang sibuk bekerja. Sesampainya di Lt 8 saya lebih kaget lagi karena ternyata belum ada karyawan yang nongol, akhirnya saya dilayani oleh petugas kebersihan yang berseragam putih kehijauan.

Benarlah apa yang dikatakan Pak Winarhadi (Kepala Biro Kepegawaian Deptan) beberapa waktu yang lalu ketika beliau mengadakan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan. Ujarnya pukul 8 kantor Deptan masih sepi, pukul 9 mulai ramai, pukul 10 benar-benar ramai. Lalu apakah budaya seperti ini yang akan dilanjutkan oleh kebanyakan para PNS Kanpus Departemen Pertanian Jakarta. Padahal kami-kami yang di UPT daerah selalu tepat waktu ketika masuk kantor. Contohnya saja di kantor saya di BPTP Kalimantan Selatan jam masuk kantor adalah pukul 07.30 dan keluar pukul 16.00.

Mudah-mudahan ada perbaikan seiring dengan pergantian menteri baru di Departemen Pertanian. Selamat jalan buat Pak Anton dan selamat datang buat Pak Suswono. PR besar menanti di pundak menteri yang baru untuk menjadikan Deptan menjadi departemen terbaik di negeri ini, semoga.

Pimpinan Baru Semangat Baru Agustus 24, 2009

Posted by adijaya in Uncategorized.
add a comment

JABATAN HANYALAH TITIPAN
sasirangan3

Pekan terakhir di bulan Agustus ini mungkin banyak pejabat yang terkaget-kaget, khususnya pejabat eselon III lingkup Departemen Pertanian. Apa pasal? Ya, karena pada hari Jumat 21 Agustus 2009 yang lalu telah dilaksanakan serah terima jabatan (sertijab) beberapa pejabat eselon III di Jakarta. Hari ini pun beberapa teman menuliskan statusnya di Facebook “dapat pimpinan baru”. Tak terkecuali di kantor saya juga terjadi pergantian kepala balai.

Beberapa pejabat yang terkena mutasi mungkin kecewa dengan pergantian ini dan hal itu manusiawi, beberapa yang lain mungkin senang karena mendapat promosi dan jabatan baru. Apapun alasannya, pergantian pimpinan dalam sebuah organisasi adalah suatu keniscayaan agar organisasi tersebut tetap dinamis. Dengan pergantian pimpinan diharapkan ada suasana baru, ada semangat baru untuk kemajuan organisasi, dan yang lebih penting lagi adalah memberi kesempatan kepada orang-orang yang memiliki prestasi untuk memimpin organisasi.

Dalam pandangan Islam harta kekayaan, anak-anak dan termasuk jabatan hanyalah titipan dari Allah SWT, dan suatu saat titipan tersebut akan diambil kembali oleh pemiliknya. Bagi pejabat yang menyadari hal ini tentu dapat menerima dengan lapang dada, namun bagi pejabat yang gila jabatan tentu akan merasa kecewa dengan keputusan ini.

Nah, buat kita yang 10 tahun lagi akan menduduki jabatan eselon III atau II (Amiin…) bersiap-siaplah. Pada gilirannya kita akan menempati suatu jabatan dan juga akan melepaskan jabatan tersebut. Sekali lagi… jabatan hanyalah titipan. Ketika dilahirkan ke dunia kita tidak memilik jabatan apapun, dan ketika meninggal pun semua jabatan akan kita tinggalkan.

…SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MELAKSANAKAN…