jump to navigation

PEMANFAATAN ARANG SEKAM PADI SEBAGAI PUPUK ORGANIK Maret 2, 2009

Posted by adijaya in Uncategorized.
trackback

Limbah yang dihasilkan dari proses produksi padi selain jerami dan dedak adalah kulit padi atau sekam. Jerami dan dedak umumnya digunakan untuk pakan ternak, sementara sekam belum banyak dimanfaatkan untuk budidaya tanaman khususnya padi. Petani lebih suka menggunakan jerami untuk tambahan pupuk organik di sawahnya karena lebih cepat membusuk, sementara jika menggunakan sekam akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Hal inilah yang menyebabkan petani enggan menggunakan sekam sebagai salah satu pupuk organik.

Untuk mengatasi masalah di atas kini telah tersedia teknologi tepat guna yang sederhana dan murah, yaitu mengubah sekam menjadi arang sekam melalui proses pembakaran. Alat dan bahan yang digunakan cukup sederhana, mudah didapatkan dan tidak memerlukan tempat yang luas, di halaman rumah sudah cukup untuk melaksanakan kegiatan ini.

Cara pembuatan arang sekam yaitu dengan menyiapkan sebuah cerobong/pipa yang terbuat dari besi atau seng berdiameter 10 cm panjang 1 meter. Seluruh bagian cerobong dilubangi sebesar kelereng dengan jarak antarlubang 10 cm. Selanjutnya bagian bawah cerobong diberi rumah berbentuk kotak dengan alas kotak tanpa penutup. Letakkan bara api atau kayu bakar yang telah menyala di lantai, kemudian bara api tersebut ditutup dengan rumah cerobong dan posisi cerobong tegak lurus. Asap hasil pembakaran bara api akan keluar lewat cerobong. Sekam kering ditaburkan mengelilingi rumah cerobong dengan ketebalan 30 cm dan ketinggian 50 cm. Panas akan merambat melalui kotak cerobong sehingga sekam menjadi bara api dan berubah warna menjadi hitam. Sekam yang telah menjadi bara dipinggirkan dan disiram dengan sedikit air agar proses pembakaran terhenti. Selanjutnya arang sekam siap digunakan.

Dalam budidaya padi arang sekam dapat digunakan pada pesemaian sebagai campuran pupuk kandang. Pesemaian yang menggunakan arang sekam sebagai pupuk dasar memiliki beberapa keuntungan yaitu tanah menjadi gembur sehingga bibit mudah dicabut dan mengurangi akar yang putus pada saat pencabutan. Arang sekam juga dapat digunakan sebagai pupuk dasar untuk penanaman padi di sawah, yaitu diberikan bersamaan dengan pupuk kandang kira-kira 1 minggu sebelum tanam. Arang sekam sebagai salah satu pupuk organic sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki struktur tanah.

Kini saatnya petani harus berpikir ulang untuk memanfaatkan limbah sekam yang mereka hasilkan setiap musim panen. Di beberapa sentra padi yang pernah penulis kunjungi umumnya sekam belum dimanfaatkan secara optimal, masih banyak sekam yang menggunung di penggilingan-penggilingan padi.

Jumlah sekam yang dihasilkan oleh petani jumlahnya tidak sedikit, dari 100 kg gabah kering akan dihasilkan kira-kira 20 kg sekam, jika 1 Ha sawah menghasilkan rata-rata 4 ton gabah kering panen berarti sekam yang dihasilkan sekitar 8 kwintal. Kalau seluruh sekam dapat dibuat arang sekam dan dikembalikan lagi ke sawah sudah barang tentu kesuburan tanah akan tetap terpelihara.

Di kota-kota besar dan beberapa sentra tanaman hias, arang sekam memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Arang sekam digunakan sebagai media tanaman hias dan budidaya sayuran/buah hidroponik. Penggunaan arang sekam pada budidaya tanaman hias disebabkan penggunaannya praktis, tidak kotor dan mampu mengikat air dengan baik.

Sebagai penutup dari tulisan ini perlu dikemukakan bahwa selain untuk pupuk organik dan media tanam, arang sekam juga dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah dan gas yang saat ini harganya semakin tinggi. Oleh karena itu terbuka peluang bisnis baru untuk meningkatkan pendapatan petani.

Komentar»

1. heru - Juli 28, 2013

dear all

saya mempunyai stock arang sekam 10 ton/bulan. apakah ada yg berminat membeli secara berkala atau menjalin kerjasama utk mendirikan pabrik pupuk dari arang sekam?

matur suwun

heru
081914171713


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: